
TUGAS
MATA KULIAH
KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI
KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH
![]()
![]()
Oleh:
1.
ADI WIBOWO NPM :
19510108
2.
ENDANG RAHMAWATI NPM : 19510114
3.
HERLINA NPM :
19510116
4.
NIDHOM NPM : 19510118
5.
KUNCORO PUJIWARTO NPM : 19510142
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN PENDIDIDIKAN PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
DESEMBER
2019
PRAKATA
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan atas kehadirat
Allah SWT. Atas ter selesaikannya makalah ini,
sebagai persyaratan mata kuliah Kepemimpinan Dan PerilakuOrganisasi yang membahas tentang “Kepemimpinan
Di Sekolah”. Ucapan terimakasih tak luput
kami sampaikan pula kepada berbagai pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini.
Terutama kepada :
1.
Ibu Dr. Ngurah Ayu Nyoman, M. Pd. dan Dr.Ari Handayani, M. Pd sebagai dosen pengampu yang telah membina dan menuntun
kami untuk bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik.
2.
Sahabat kami dalam satu kelompok, yang telah bersama-sama menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis menyadari tiada gading yang takretak, sehingga penulis berharap adanya kritik dan
saran yang bersifat membangun dari pembaca budiman demi adanya peningkatan dalam makalah kami selanjutnya.
Terlepas dari banyaknya kekurangan yang ada, penulis berharap agar isi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Semarang, Desember
2019
Tim
Penulis
,
DAFTAR ISI
COVER ....................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................... iii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................... 1
B. Permasalahan ..................................................................... 2
C. Tujuan ..................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Kepemimpinan ........................................................... 3
B. Kepemimpinan Kepala Sekolah ........................................................... 5
C. Fungsi Kepemimpinan ........................................................... 6
D. Tugas dan Tanggungjawab Kepala
Sekolah ................................. 7
E. Gaya Kepemimpinan .................................. 9
F.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah .................................. 10
BAB III : PENUTUP
A. Simpulan ..................................................................... 13
B. Saran .....................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 14
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pendidikan merupakan bagian dari
pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat
bangsa serta kualitas sumber daya manusia. Menurut Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 yaitu: pendidikan adalah”
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya unuk
memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat yang berusah mengembangkan potensis diri melalui proses pembelajaran
yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Pengembangan potensi sumber daya manusia adalah proses
sepanjang hayat yang meliputi berbagai kehidupan, terutama dilakukan melalui
pendidikan. Pendidikan yang diselenggarakan untuk mewujudkan perubahan yang berguna dan bermanfaat bagi
setiap individu, serta mampu mengembangkan kemampuan lebih lanjut. Dengan
adanya Sistem Pendidikan Nasional diharapkan pemerintah dapat mengelola
pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikn
nasional. Berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan
menuntut organisasi (sekolah) baik
sekolah negeri maupun swasta untuk mengadakan strategi dan inovasi guna
menghadapi tuntutan di era globalisasi dan berupaya menyusun kebijakan yang
selaras dengan perubahan lingkungan.
Pada satuan pendidikan harus mampu menyusun
kebijakan yang untuk mengatasi setiap perubahan yang akan terjadi untuk
mencapai tujuan sekolah. Pencapaian tujuan program sekolah dan peningkatan
kualitas sekolah ini akan tergantung
pada kepemimpinan sekolah, yaitu kepala skolah selaku top manager disekolah.
Menurut Syaiful ( 2007) mengemukakan kepemimpinan kepala sekolah, pendekatan dan strategi kepala sekolah, serta
peran kepala sekolah memegang peranan penting dalam upaya menggerakkan
organisasi sekolah yang lebih efektif dan efisien guna untuk mencapai tujuan
sekolah .
B. Permasalahan
Dari latar belakang uraian tersebut di atas maka
dapat dikemukakan beberapa permasalahan
dalam makalah ini yaitu :
1.
Apakah Yang
Dimaksud Pengertian Kepemimpinan ?
2.
Apa Pengertian
Kepala Sekolah ?
3.
Apa Saja
Fungsi Kepemimpinan ?
4.
Apa Saja
Tupoksi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin
?
5.
Apa Saja Gaya
Kepemimpinan Kepala Sekolah ?
6.
Apa Saja
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah ?
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1.
Untuk memahami
dan menjelaskan Pengertian Kepemimpinan
2.
Untuk memahami
dan menjelaskan Pengertian Kepala Sekolah
3.
Untuk memahami
dan menjelaskan Fungsi Kepemimpinan
4.
Untuk memahami
dan menjelaskan Tupoksi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin
5.
Untuk memahami
dan menjelaskan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah
6.
Untuk memahami
dan menjelaskan Strategi Kepemimpinan
Kepala Sekolah
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah terjemahan dari bahas
inggris leadership yang berasal dari kata leader. Kata leader yang artinya
pemimpin atau pelayan,
sedangkan kata leadership artinya
kepemimpinan. Dalam definisi secara luas kepemimpinan meliputi proses
mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi,
memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk
memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan dipahami dalam dua pengertian, yaitu sebagai kekuatan
untuk menggerakan orang dan mempengaruhi orang, dan kepemimpinan hanyalah
sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan
sesuatu secara sukarela. Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan
mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan terhadap
anggota kelompok. Definisi ini mengandung tiga impilikasi penting, yaitu:
1.
Kepemimpinan itu melibatkan orang lain
baik bawahan maupun pengikut,
2.
Kepemimpinan melibatkan pendistribusian
kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok bukan secara seimbang karena
anggota kelompok bukanlah tanpa daya.
3.
Adanya kemampuan untuk menggunakan
berbagai bentuk kekuasaan yang berbeda-beda untuk mempengaruhi tingkah laku
pengikutnya dengan berbagai cara.
Menurut Tery bahwa kepemimpinan adalah
hubungan antara seseorang dengan orang lain, pemimpin mampu mempengaruhi orang
lain agar bersedia bekerja sama dalam tugas-tugas yang berkaitan untuk mencapai apa yang
diinginkannya, sedangkan Robbins mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan
untuk memengaruhi sekelompok orang kearah pencapaian tujuan.
Hersey
dan Blanchard berpendapat kepemimpinan adalah proses mempengaruhi akivitas
seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.
Dengan demikian bahwa kepemimpinan adalah keterampilan untuk
mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan. Peranan
kepemimpinan dalam setiap organisasi berbeda-beda tergantung pada
spesifikasinya. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa macam hal, antara lain
jenis organisasi, situasi social dalam organisasi dan jumlah anggota kelompok.
Menurut Terry, syarat-syarat yang harus dipunyai seorang pemimpin adalah:
1. Kekuatan, Pemimpin harus mempunya kekuatan jasmani
dan rohani.
2. Keseimbangan
emosi, pemimpin harus dapat menguasai perasaanya dalam keadaan apapun yang
dihadapinya.
3. Pengetahuan
tentang hubungan kemanusiaan. Pemimpin harus mempunyai keterampilan untuk
mengetahui sifat serta tinggah laku dalam pergaulan.
4. Motivasi
pribadi. Keinginan menjadi pemimpin harus dating dari jati dirinya dan
berakibat pada timbulnya kegairahan dalam bekerja.
5. Kecakapan
berkomunikasi, pemimpin harus pandai menyampaikan informasi dan
maksud-maksudnya kepada pihak lain sehingga timbul kerja sama yang harmonis
dengan orang lain.
6. Kecakapan
bergaul, pemimpin harus mau bekerja sama dengan yang dipimpin serta dapat
menyesuaikan diri dengan mereka sehingga memperoleh kepercayaan dan kesetiaan
serta dengan sukarela mau bekerja. Pemimpin juga harus dapat mengembangkan rasa
saling menghargai dengan bawahan.
7. Kecakapan
mengajar, pemimpin adalah guru yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kecakapan
untuk mengajar, baik dengan keteladanan maupun dengan petunjuk-petunjuk yang
disampaikan kepada bawahan.
8. Keterampilan
teknis adalah kecakapan-kecakapan pemimpin dalam hal merencanakan, mengorganisir, mengawasi,
dan bekerja sama.
B. Kepemimpinan
Kepala Sekolah
Jabatan kepala sekolah pada dasarnya
adalah tugas, dikatakan demikian
karena kepala sekolah/ madrasah merupakan jabatan fungsional guru yang diangkat oleh satuan atasan karena memiliki krebilitas
yang tinggi dengan guru-guru yang lain
di lingkungan persekolahan/ madrasah. Krebilitas utama yang dimilikinya adalah kredibilitas kepemimpinan dan keilmuan yang di
atas rata-rata guru lainnya.
Menurut Suparno (Syafaruddin dan
Asrul 2015), kepemimpinan kepala sekolah
adalah usaha dalam mempengaruhi,
mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa, dan orang tua
siswa, demi tercapainya tujuan sekolah. Segala cara di atas mengharuskan
seseorang kepala sekolah menguasai:
1.
Tujuan pendidikan disekolah yang
dipimpinnya,
2.
Pengetahuan yang cukup mengenai bidang
tugasnya dan medan tugas yang berada
di bawah kepemimpinannya,
3.
Keterampilan professional yang meliputi
keterampilan teknis, relasi kemanusiaan,dan
keterampilan konseptual
Kepemimpinan
kepala sekolah/madrasah adalah kepemimpinan yang bersifat
kompleks, ia bukan hanya merealisir nuraninya sebagai pendidik, tetapi juga adalah memberi dorongan kepala
seluruh personil sekolah/madrasah untuk melakukan
tugas dengan sebaik-baiknya. Kepala sekolah/ madrasah menjadi tempat bertanya oleh guru dan staf
sekolah, murid-murid dan orang tua siswa. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran, melakukan
pembinaan pertumbuhan jabatan guru, dan dukungan profesionalitas lainnya
menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya.
Kepala sekolah sebagai
pimpinan di sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk memenuhi harapan dari berbagai pihak
yang terkait, sesuai peran dan tugas kepala
sekolah yaitu sebagai pemimpin, manajer, pendidik, administrator, innovator, supervisor dan motivator.
Dari paparan diatas dapat di simpulkan
bahwa kepemimpinan kepala sekolah
adalah usaha mempengaruhi dan terus memotivasi para personil lembaga sekolah untuk menciptakan sekolah yang
produktif dan inovatif
secara terus menerus melalui
dukungan dari pihak guru, dan staf lainnya dengan perkembangan
zaman agar tujuan visi misi sekolah dapat terlaksana dengan efektif dan
efesien.
C. Fungsi
Kepemimpinan
Fungsi
dalam kamus besar bahasa Indonesia mempunyai arti jabatan/pekerjaan yang
dilakukan, sedangkan kepemimpinan mempunyai arti cara memimpin. Keharusan
kepala sekolah untuk menguasai hal-hal tersebut, dianggap
relevan dengan fungsi kepemimpinan sekolah. Fungsi kepemimpinan yaitu mengetahui misi
organisasi, memahami apa yang harus dikerjakannya,
memiliki kapasitas untuk merealisir tujuan organisasi secara menyeluruh, dan
yang terpenting memiliki visi, mempersiapkan dan menyediakan diri untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Hick (Wahjosumidjo. 2010) tujuh rangkaian fungsi
dan peranan kepemimpinan yaitu: adil, memberikan sugesti, mendukung tercapainya
tujuan, sebagai katalisator, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi
sumber inspirasi, dan yang terakhir bersedia menghargai. Seorang pemimpin
seharusnya dalam peraktik sehari-hari selalu berusaha memperhatikan dan
mempraktikkan tujuh fungsi kepemimpinan di dalam kehidupan sekolah sebagai
berikut:
1. Dalam kehidupan sehari-hari kepala sekolah akan dihadapi
kepada sikap guru, staf dan para siswa yang mempunyai latar belakang kehidupan,
kepentingan serta tingkat sosial budaya yang berbeda sehinga tidak mustahil
terjadi konflik antar individu bahkan antar kelompok. Dalam
menghadapi hal semacam ini
kepala sekolah harus bertindak arif, bijaksana, adil, tidak ada pihak yang dikalahkan atau dianak emaskan.
2. Sugesti
atau saran sangat diperlukan oleh para bawahan dalam melaksanakan tugas. Para guru, staf dan
siswa suatu sekolah hendaknya selalu
mendapatkan saran, anjuran dari kepala sekolah, sehingga dengan saran tersebut selalu memelihara bahkan
meningkatkan semangat, rela berkorban,
rasa kebersamaan dalam melaksanakan tugas masing-masing.
3. Kepala
sekolah bertanggung jawab untuk memenuhi atau menyediakan dukungan yang
diperlukan oleh para guru, staf, dan siswa, baik berupa dana, peralatan, waktu,
bahkan suasana yang mendukung. Tanpa adanya dukungan yang disediakan kepala
sekolah, sumber daya manusia yang ada tidak mungkin melaksanakan tugasnya
dengan baik.
4. Rasa
aman merupakan salah satu kebutuhan setiap orang baik secara individu maupun kelompok. Oleh sebab itu,
seorang kepala sekolah sebagai pemimpin
harus mampu menciptakan rasa aman di dalam lingkungan sekolah, sehingga dengan leluasa
menjalankan tugasnya dengan rasa aman.
5. Seorang
kepala sekolah selaku pemimpin akan menjadi pusat perhatian, artinya semua pandangan akan diarahkan ke
kepala sekolah sebagai orang yang
mewakili kehidupan sekolah di mana, dan dalam kesempatan apa pun.
6. Kepala
sekolah pada hakikatnya adalah sumber semangat bagi para guru, staf dan siswa. Oleh sebab itu, kepala
sekolah harus selalu membangkitkan semangat,
percaya diri terhadap paga guru, staf dan sisiwa, sehingga mereka menerima dan memahami tujuan sekolah
secara antusias, bekerja secara bertanggung jawab kearah tercapainya tujuan
sekolah.
7. Setiap
orang dalam kehidupan organisasi baik secara pribadi maupun kelompok, apabila kebutuhannya
diperhatikan dan dipenuhi. Untuk itu kepala
sekolah diharpan selalu dapat menghargai apa pun yang dihasilkan oleh para mereka yang menjadi tanggungjawabnya.
D. Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah
Tugas kepala sekolah sebagai pemimpin
bertanggung jawab secara umum terhadap
kelancaran dan keberhasilan fungsi dan kegiatan sekolah. Dalam peran ada
kewajiban dan tanggung jawab tugas (kontrak psikologis) yang harus dilaksanakan dalam wujud kegiatan. Dalam
penyelenggaraan proses belajar mengajar dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan bertanggung jawab
untuk memimpin sekolah. Kepala sekolah diharapkan dapat mempengaruhi dan
mengarahkan bawahannya serta dapat menjadi contoh teladan bagi orang lain.
Dalam
Permendikbud Nomor 15 tahuan 2018 disebutkan tugas dan kewajiban kepala sekolah adalah sebagai manajerial
diantaranya adalah; (1)Merencanakan Program Sekolah; (2)Mengelola Standar
Nasional Pendidikan; (3)Melaksanakan
pengelolaan Standar Kompetensi Lulusan; (4)Melaksanakan
pengelolaan Standar Isi; (5)Melaksanakan pengelolaan Standar Proses; (6)Melaksanakan
pengelolaan Standar Penilaian; (7)Melaksanakan pengelolaan Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan; (8)Melaksanakan
pengelolaan Standar Sarana dan Prasarana; (9)Melaksanakan
pengelolaan Standar Pengelolaan; (10)Melaksanakan pengelolaan Standar
Pembiayaan; (11)Melaksanakan Pengawasan dan
Evaluasi; (12)Melaksanakan
kepemimpinan sekolah; (13)Mengelola Sistem Informasi Manajaemen Sekolah .
Disamping sebagai manajer sekolah, kepala sekolah
bertugas sebagai Supervior kepada pendidik dan tenaga kependidikan antara lain; (1)Merencanakan
program supervisi pendidik dan tenaga kependidikan; (2) Melaksanakan supervisi
pendidik; (3) Melaksanakan supervisi terhadap tenaga kependidikan; (4)
Melaksanakan evaluasi supervisi pendidik dan tenaga kependidikan, artinya, kepala sekolah
sebagai supervisor mempunyai kemampuan ; 1) Memahami konsep, prinsip,
teori/teknologi, karakteristik perkembangan proses pembelajaran; 2) Membimbing
pendidik dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran berlandaskan standar isi, standar kompetensi
dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip perkembangan; 3) Membimbing pendidik
dalam memilih dan
mengembangkan strategi/metode/teknik/ pembelajaran yang dapat mengembangkan
berbagai potensi peserta didik melalui pembelajaran; 4) Membimbing
pendidik dalam menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran; 5) Membimbing
pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan
atau di lapangan); 6) Membimbing pendidik dalam
mengelola, merawat, mengembangkan dan
menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran; 7) Memotivasi pendidik untuk memanfaatkan
teknologi informasi dalam pembelajaran.
Tugas kepala sekolah sebagai Pengembang kewirausahaan. Antara lain ; a. Merencanakan program
pengembangan kewirausahaan; b. Melaksanakan program pengembangan kewirausahaan:
c. Laporan Pelaksanaan Program Pengembangan
Kewirausahaan; d. Laporan Evaluasi Program Pengembangan Kewirausahaan. e. Melaksanakan Evaluasi Program Pengembangan
Kewirausahaan, meliputi ;1) Program Pengembangan Jiwa Kewirausahaan (inovasi,
kerja keras, pantang menyerah, dan motivasi untuk sukses); 2) Melaksanakan
program pengembangan jiwa kewirausahaan; 3) Melaksanakan pengembangan program
unit produksi; dan 4) Melaksanakan program pemagangan.
Untuk
meaksanakan tugas tersebut kepala
sekolah harus berusaha menanamkan dan
meningkatkan kemajuan sekolah
dengan pembinaan mental, moral, fisik
dan artistik. Kewajiban utama kepala sekolah menurut Roe dan Drake(Mulyasa.
2009), yaitu:
a.
Memelihara secara baik rekor sekolah bagi
semua bidang.
b.
Mempersiapkan laporan bagi kantor pusat
dan lembaga lain.
c.
Pengembangan anggaran dan pengawasannya.
d.
Administrasi personil.
e.
Disiplin.
f.
Menyusun jadwal dan memelihara pelaksanaan
kegiatan.
g.
Mengembangkan administrasi.
h.
Administrasi penyedia sumberdaya.
i.
Data murid.
j.
Memantau program dan proses pengajaran
k.
Komunikasi kepada pelajar, staf dan warga
sekolah.
E. Gaya
Kepemimpinan
Menurut Purwanto (2008) mengatakan gaya
kepemimpinan di bagi menjadi 3( tiga ) yaitu sebagai berikut :
a.
Kepemimpian yang otokratik. Dalam
kepemimpinan yang otokratik, pemimpin bertindak sebagai ditator terhadap anggota–anggota kelompoknya.
Baginya, memimpin adalah menggerakkan
dan memaksa kelompok. Kekuasaan pemimpin yang otokratik hanya dibatasi oleh undang–undang
penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah
menunjukkan dan memberi perintah, kewajiban bawahan atau anggota-anggotanya hanyalah mengikuti dan
menjalankan tidak boleh membantah ataupun memberikan
saran.
b.
Kepemimpinan yang laissez faire Dalam gaya kepemimpinan ini sebenarnya
pemimpin tidak memberikan pimpinan.
Gaya ini diartikan sebagai membiarkan orang–orang berbuat sekehendaknya. Pemimpin yang termasuk gaya
ini sama sekali tidak memberikan kontrol
dan koreksi terhadap pekerjaan anggota–anggotanya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan kepada anggota–anggota kelompoknya, tanpa petunjuk
atau saran–saran dari pimpinan. Kekuasaan dan tanggung jawab simpang siur berserakan diantara anggota –
anggota kelompok, tidak merata.
c.
Kepemimpinan Yang Demokratis, pemimpin yang memiliki gaya demokratis
menafsirkan kepemimpinannya bukan
sebagai diktator, melainkan sebagai pemimpin di tengah–tengah anggota kelompoknya. Hubungan dengan
anggota–anggota kelompok bukan sebagai majikan
terhadap buruhnya, melainkan sebagai saudara tua di antara teman–teman
sekerjanya, atau sebagai kakak terhadap saudara – saudaranya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha
menstimulasi anggota – anggotanya agar
bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha–usahanya, ia selalu berpangkal
pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya
dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.
F. Strategi
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Menurut
Fattah dan Ali, strategi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber
daya suatu organisasi untuk mencapai sasaran melalui hubungan yang efektif
dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. Jadi strategi
merupakan kerangka dasar tempat suatu organisasi melanjutkan kehidupannya
dengan penyesuaian penyesuaian
dengan lingkungannya. Menurut Yusuf
Hadijaya (2013), Strategi peningkatan kinerja kepala sekolah/madrash
menciptakan sekolah yang memiliki profil yang terbangun atas kepaduan dari
kemandirian, inovasi, dan iklim yang kondusif bagi warganya untuk mengembangkan
motivasi, kreativitas, dan sikap kritis. Sekolah yang unggulan tersebut
memiliki kerangka akuntabilitas yang kuat kepada siswa dan masyarakatnya
melalui layanan pendidikannya yang bermutu, dan bukan semata-mata akuntabilitas
pemerintah/ yayasan melalui kepatuhannya dalam menjalankan petunjuk.
Beberapa strategi yang bisa digunakan seorang pimpinan yang baik senantiasa
mencari cara yang terbaik dalam mempengaruhi anggota organisasinya. Bagaimana
pun, suatu perspektif berbeda muncul bila pendekatan yang lain dipandang
sebagai strategi pelengkap dari pada
sekedar pertarungan paradigma. Saat kini, kepala sekolah dapat memiliki dan
sekurangnya tiga strategi, yaitu:
1.
Penggunaan
Strategi Hirarki
Strategi
hirarki memberikan cara pandang luas, cara penerimaan luas dalam mengelola
organisasi, menyampaikan janji dan efisiensi, pengawasan dan rutinitas yang
direncanakan. Bagaimanapun, strategi hirarki cenderung untuk menghambat kreativitas dan komitmen,
mengembalikan hubungan pegawai sekolah, ke dalam suatu keteraturan yang ketat. Peranan guru dalam konteks ini sangat
rumit tuntutan pengajaran, konseling dan supervisi pelajar yang merupakan
variabel utama dalam kebutuhan
mereka dan aktivitasnya.
2.
Penggunaan
Pendekatan Transformasional.
Strategi
transformasional berjalan atas persuasi, idealisme dan kekaguman intelektual,
memotivasi pegawai dengan melalui nilai, simbol, dan membagi visi.Strategi
transformasional memiliki kapasitas untuk memotivasi dan memberikan informasi
kepada anggota, khususnya bila organisasi menghadapi dan melakukan perubahan
utama.
3.
Penggunaan
Strategi Fasilitalif Kepemimpinan
Fasilitalif
sebagai suatu perilaku yang menggunakan kemampuan kebersamaan dari sekolah
untuk beradaptasi, memecahkan masalah dan peningkatan kinerja.Seperti halnya
kepemimpinan transformasional, strategi fasilitalif mengundang pengikut/anggota
untuk berusaha secara tekun dan energy fisik dalam bekerja.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1.
Kepemimpinan adalah keterampilan
untuk mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan
2.
Kepemimpinan kepala sekolah adalah usaha dalam mempengaruhi,
mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa, dan orang tua siswa, demi tercapainya
tujuan sekolah
3.
Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah sebagai managerial, supervisor dan kewirausahaan.
4.
Fungsi kepemimpinan
yaitu mengetahui misi organisasi, memahami apa yang harus dikerjakannya, memiliki kapasitas untuk
merealisir tujuan organisasi secara menyeluruh, dan yang terpenting memiliki
visi, mempersiapkan dan menyediakan diri
untuk mencapai tujuan organisasi.
5.
Ada 3 gaya kepemipinan yaitu ; kepemimpian yang otokratik, kepemimpinan yang laissez faire,
kepemimpinan yang demokratis.
6.
Strategi kepemimpanan; penggunaan strategi
hirarki penggunaan pendekatan transformasional dan penggunaan strategi
fasilitalif kepemimpinan
B. SARAN
1.
Kepala sekolah sebagai top manager dalam menjalankan tugas dan
tanggunjawabnya, harus dapat mampu mempengaruhi,
mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa,dan orang tua
siswa, demi tercapainya tujuan sekolah yang efektif dan efisien
2.
Kepala sekolah dalam menjalankan
kepemimpinannya dapat menggunakan dan menerapkan fungsi, gaya dan strategi kepemimpinan yang sesuai dan kondisi dan situasi dilapangan.
DAFTAR
PUSAKA
Syafaruddin dan Asrul. 2015. Kepemimpinan
Pendidikan Kontemporer.
Wahjosumidjo. 2010. Kepemimpinan
Kepala Sekolah “ Tinjauan Teoritik dan
Permasalahannya
“.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syaiful, Sagala. 2007.
Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.Bandung: Alfabeta.
E, Mulyasa. 2009. Menjadi
Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Purwanto, Ngalim. 2008. Administrasi
dan Supervisi Pendidikan. Bandung:PT
Remaja
Rosdakarya.
Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta
Yusuf Hadijaya. 2013. Menyusun
Strategis Berbuah Kinerja Pendidik Efektif.
Medan:
Perdana Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar