Rabu, 18 November 2020

KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH

 

 

TUGAS MATA KULIAH

KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI

KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH

 

 

 

 

 

 


Oleh:

1.         ADI WIBOWO                      NPM : 19510108

2.         ENDANG RAHMAWATI     NPM : 19510114

3.         HERLINA                              NPM : 19510116

4.         NIDHOM                                NPM : 19510118

5.         KUNCORO PUJIWARTO     NPM : 19510142

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIDIKAN PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

DESEMBER 2019

 

PRAKATA

 

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Atas ter selesaikannya makalah ini, sebagai persyaratan mata kuliah Kepemimpinan Dan PerilakuOrganisasi yang membahas tentang “Kepemimpinan Di Sekolah”. Ucapan terimakasih tak luput kami sampaikan pula kepada berbagai pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada :

1.         Ibu Dr. Ngurah Ayu Nyoman, M. Pd. dan  Dr.Ari Handayani, M. Pd sebagai dosen pengampu yang telah membina dan menuntun kami untuk bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik.

2.        Sahabat kami dalam satu kelompok,  yang telah bersama-sama menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Penulis menyadari tiada gading yang takretak, sehingga penulis berharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca budiman demi adanya peningkatan dalam makalah kami selanjutnya.

Terlepas dari banyaknya kekurangan yang ada, penulis berharap agar isi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

 

Semarang, Desember  2019

Tim Penulis

 

,

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI


COVER                                  ....................................................................... i

KATA PENGANTAR           ....................................................................... ii
DAFTAR ISI
                          ....................................................................... iii
BAB I
: PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang                 .....................................................................   1

B.       Permasalahan                   .....................................................................   2

C.       Tujuan                              .....................................................................   2

BAB II : PEMBAHASAN

A.      Pengertian Kepemimpinan           ........................................................... 3

B.       Kepemimpinan Kepala Sekolah  ........................................................... 5

C.       Fungsi Kepemimpinan                 ........................................................... 6

D.      Tugas dan Tanggungjawab Kepala Sekolah        .................................   7

E.       Gaya Kepemimpinan                                           ..................................  9

F.        Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah             ..................................  10

BAB III : PENUTUP

A.      Simpulan                          .....................................................................   13

B.       Saran                                .....................................................................13

DAFTAR PUSTAKA            .....................................................................   14


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

               Pendidikan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta kualitas sumber daya manusia. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 yaitu: pendidikan adalah” usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya unuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat yang berusah mengembangkan potensis diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan.           Pengembangan potensi sumber daya manusia adalah proses sepanjang hayat yang meliputi berbagai kehidupan, terutama dilakukan melalui pendidikan. Pendidikan yang diselenggarakan untuk mewujudkan  perubahan yang berguna dan bermanfaat bagi setiap individu, serta mampu mengembangkan kemampuan lebih lanjut. Dengan adanya Sistem Pendidikan Nasional diharapkan pemerintah dapat mengelola pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikn  nasional. Berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan menuntut organisasi (sekolah)  baik sekolah negeri maupun swasta untuk mengadakan strategi dan inovasi guna menghadapi tuntutan di era globalisasi dan berupaya menyusun kebijakan yang selaras dengan perubahan lingkungan.

               Pada  satuan pendidikan harus mampu menyusun kebijakan yang untuk mengatasi setiap perubahan yang akan terjadi untuk mencapai tujuan sekolah. Pencapaian tujuan program sekolah dan peningkatan kualitas sekolah ini akan  tergantung pada kepemimpinan sekolah, yaitu kepala skolah selaku top manager disekolah. Menurut Syaiful ( 2007) mengemukakan kepemimpinan kepala sekolah, pendekatan dan  strategi kepala sekolah, serta  peran kepala sekolah memegang peranan penting dalam upaya menggerakkan organisasi sekolah yang lebih efektif dan efisien guna untuk mencapai tujuan sekolah .

 

B.     Permasalahan

Dari latar belakang uraian tersebut di atas maka dapat dikemukakan  beberapa permasalahan dalam makalah ini yaitu :

1.    Apakah Yang Dimaksud Pengertian Kepemimpinan ?

2.    Apa Pengertian Kepala Sekolah ?

3.    Apa Saja Fungsi  Kepemimpinan ?

4.    Apa Saja Tupoksi  Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin ?

5.    Apa Saja Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah ?

6.    Apa Saja Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah ?

 

C.    Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah :

1.      Untuk memahami dan menjelaskan  Pengertian Kepemimpinan

2.      Untuk memahami dan menjelaskan Pengertian Kepala Sekolah

3.      Untuk memahami dan menjelaskan Fungsi  Kepemimpinan

4.      Untuk memahami dan menjelaskan Tupoksi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

5.      Untuk memahami dan menjelaskan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah

6.      Untuk memahami dan menjelaskan  Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah

 

           

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah terjemahan dari bahas inggris leadership yang berasal dari kata leader. Kata leader yang artinya pemimpin atau  pelayan, sedangkan kata leadership artinya kepemimpinan. Dalam definisi secara luas kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan dipahami dalam dua pengertian, yaitu sebagai kekuatan untuk menggerakan orang dan mempengaruhi orang, dan kepemimpinan hanyalah sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara sukarela. Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan terhadap anggota kelompok. Definisi ini mengandung tiga impilikasi penting, yaitu:

1.         Kepemimpinan itu melibatkan orang lain baik bawahan maupun pengikut,

2.         Kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok bukan secara seimbang karena anggota kelompok bukanlah tanpa daya.

3.         Adanya kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan yang berbeda-beda untuk mempengaruhi tingkah laku pengikutnya dengan berbagai cara.

Menurut Tery bahwa kepemimpinan adalah hubungan antara seseorang dengan orang lain, pemimpin mampu mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama dalam tugas-tugas yang berkaitan untuk mencapai apa yang diinginkannya, sedangkan Robbins mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memengaruhi sekelompok orang kearah pencapaian tujuan.

Hersey dan Blanchard berpendapat kepemimpinan adalah proses mempengaruhi akivitas seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.

Dengan demikian  bahwa kepemimpinan adalah keterampilan untuk mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan. Peranan kepemimpinan dalam setiap organisasi berbeda-beda tergantung pada spesifikasinya. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa macam hal, antara lain jenis organisasi, situasi social dalam organisasi dan jumlah anggota kelompok. Menurut Terry, syarat-syarat yang harus dipunyai seorang pemimpin adalah:

1.    Kekuatan, Pemimpin harus mempunya kekuatan jasmani dan rohani.

2.    Keseimbangan emosi, pemimpin harus dapat menguasai perasaanya dalam keadaan apapun yang dihadapinya.

3.    Pengetahuan tentang hubungan kemanusiaan. Pemimpin harus mempunyai keterampilan untuk mengetahui sifat serta tinggah laku dalam pergaulan.

4.    Motivasi pribadi. Keinginan menjadi pemimpin harus dating dari jati dirinya dan berakibat pada timbulnya kegairahan dalam bekerja.

5.    Kecakapan berkomunikasi, pemimpin harus pandai menyampaikan informasi dan maksud-maksudnya kepada pihak lain sehingga timbul kerja sama yang harmonis dengan orang lain.

6.    Kecakapan bergaul, pemimpin harus mau bekerja sama dengan yang dipimpin serta dapat menyesuaikan diri dengan mereka sehingga memperoleh kepercayaan dan kesetiaan serta dengan sukarela mau bekerja. Pemimpin juga harus dapat mengembangkan rasa saling menghargai dengan bawahan.

7.    Kecakapan mengajar, pemimpin adalah guru yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kecakapan untuk mengajar, baik dengan keteladanan maupun dengan petunjuk-petunjuk yang disampaikan kepada bawahan.

8.    Keterampilan teknis adalah kecakapan-kecakapan pemimpin dalam hal merencanakan, mengorganisir, mengawasi, dan bekerja sama.

 

B.     Kepemimpinan Kepala Sekolah

Jabatan kepala sekolah pada dasarnya adalah tugas, dikatakan demikian karena kepala sekolah/ madrasah merupakan jabatan fungsional guru yang diangkat oleh satuan atasan karena memiliki krebilitas yang tinggi dengan guru-guru yang lain di lingkungan persekolahan/ madrasah. Krebilitas utama yang dimilikinya adalah kredibilitas kepemimpinan dan keilmuan yang di atas rata-rata guru lainnya. Menurut Suparno  (Syafaruddin dan Asrul  2015), kepemimpinan kepala sekolah adalah  usaha dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa, dan orang tua siswa, demi tercapainya tujuan sekolah. Segala cara di atas mengharuskan seseorang kepala sekolah menguasai:

1.         Tujuan pendidikan disekolah yang dipimpinnya,

2.         Pengetahuan yang cukup mengenai bidang tugasnya dan medan tugas yang berada di bawah kepemimpinannya,

3.         Keterampilan professional yang meliputi keterampilan teknis, relasi kemanusiaan,dan keterampilan konseptual

Kepemimpinan kepala sekolah/madrasah adalah kepemimpinan yang bersifat kompleks, ia bukan hanya merealisir nuraninya sebagai pendidik, tetapi juga adalah memberi dorongan kepala seluruh personil sekolah/madrasah untuk melakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Kepala sekolah/ madrasah menjadi tempat bertanya oleh guru dan staf sekolah, murid-murid dan orang tua siswa. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran, melakukan pembinaan pertumbuhan jabatan guru, dan dukungan profesionalitas lainnya menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya.

Kepala sekolah sebagai pimpinan di sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk memenuhi harapan dari berbagai pihak yang terkait, sesuai peran dan tugas kepala sekolah yaitu sebagai pemimpin, manajer, pendidik, administrator, innovator, supervisor dan motivator.

Dari paparan diatas dapat di simpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah adalah usaha mempengaruhi dan terus memotivasi para personil lembaga sekolah untuk menciptakan sekolah yang produktif dan inovatif secara terus menerus melalui dukungan dari pihak guru, dan staf lainnya dengan perkembangan zaman agar tujuan visi misi sekolah dapat terlaksana dengan efektif dan efesien.

 

C.    Fungsi Kepemimpinan

Fungsi dalam kamus besar bahasa Indonesia mempunyai arti jabatan/pekerjaan yang dilakukan, sedangkan kepemimpinan mempunyai arti cara memimpin. Keharusan kepala sekolah untuk menguasai hal-hal tersebut, dianggap relevan dengan fungsi kepemimpinan sekolah. Fungsi kepemimpinan yaitu mengetahui misi organisasi, memahami apa yang harus dikerjakannya, memiliki kapasitas untuk merealisir tujuan organisasi secara menyeluruh, dan yang terpenting memiliki visi, mempersiapkan dan menyediakan diri untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Hick (Wahjosumidjo. 2010) tujuh rangkaian fungsi dan peranan kepemimpinan yaitu: adil, memberikan sugesti, mendukung tercapainya tujuan, sebagai katalisator, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi sumber inspirasi, dan yang terakhir bersedia menghargai. Seorang pemimpin seharusnya dalam peraktik sehari-hari selalu berusaha memperhatikan dan mempraktikkan tujuh fungsi kepemimpinan di dalam kehidupan sekolah sebagai berikut:

1.    Dalam kehidupan sehari-hari kepala sekolah akan dihadapi kepada sikap guru, staf dan para siswa yang mempunyai latar belakang kehidupan, kepentingan serta tingkat sosial budaya yang berbeda sehinga tidak mustahil terjadi konflik antar individu bahkan antar kelompok. Dalam menghadapi hal semacam ini kepala sekolah harus bertindak arif, bijaksana, adil, tidak ada pihak yang dikalahkan atau dianak emaskan.

2.    Sugesti atau saran sangat diperlukan oleh para bawahan dalam melaksanakan tugas. Para guru, staf dan siswa suatu sekolah hendaknya selalu mendapatkan saran, anjuran dari kepala sekolah, sehingga dengan saran tersebut selalu memelihara bahkan meningkatkan semangat, rela berkorban, rasa kebersamaan dalam melaksanakan tugas masing-masing.

3.    Kepala sekolah bertanggung jawab untuk memenuhi atau menyediakan dukungan yang diperlukan oleh para guru, staf, dan siswa, baik berupa dana, peralatan, waktu, bahkan suasana yang mendukung. Tanpa adanya dukungan yang disediakan kepala sekolah, sumber daya manusia yang ada tidak mungkin melaksanakan tugasnya dengan baik.

4.    Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan setiap orang baik secara individu maupun kelompok. Oleh sebab itu, seorang kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu menciptakan rasa aman di dalam lingkungan sekolah, sehingga dengan leluasa menjalankan tugasnya dengan rasa aman.

5.    Seorang kepala sekolah selaku pemimpin akan menjadi pusat perhatian, artinya semua pandangan akan diarahkan ke kepala sekolah sebagai orang yang mewakili kehidupan sekolah di mana, dan dalam kesempatan apa pun.

6.    Kepala sekolah pada hakikatnya adalah sumber semangat bagi para guru, staf dan siswa. Oleh sebab itu, kepala sekolah harus selalu membangkitkan semangat, percaya diri terhadap paga guru, staf dan sisiwa, sehingga mereka menerima dan memahami tujuan sekolah secara antusias, bekerja secara bertanggung jawab kearah tercapainya tujuan sekolah.

7.    Setiap orang dalam kehidupan organisasi baik secara pribadi maupun kelompok, apabila kebutuhannya diperhatikan dan dipenuhi. Untuk itu kepala sekolah diharpan selalu dapat menghargai apa pun yang dihasilkan oleh para mereka yang menjadi tanggungjawabnya.

 

D.     Tugas dan tanggung jawab  Kepala Sekolah

Tugas kepala sekolah sebagai pemimpin bertanggung jawab secara umum terhadap kelancaran dan keberhasilan fungsi dan kegiatan sekolah. Dalam peran ada kewajiban dan tanggung jawab tugas (kontrak psikologis) yang harus dilaksanakan dalam wujud kegiatan. Dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan bertanggung jawab untuk memimpin sekolah. Kepala sekolah diharapkan dapat mempengaruhi dan mengarahkan bawahannya serta dapat menjadi contoh teladan bagi orang lain.

Dalam Permendikbud Nomor 15 tahuan 2018 disebutkan tugas dan kewajiban kepala sekolah adalah sebagai manajerial diantaranya adalah; (1)Merencanakan Program Sekolah; (2)Mengelola Standar Nasional  Pendidikan; (3)Melaksanakan pengelolaan Standar Kompetensi Lulusan; (4)Melaksanakan pengelolaan Standar Isi; (5)Melaksanakan pengelolaan Standar Proses; (6)Melaksanakan pengelolaan Standar Penilaian; (7)Melaksanakan pengelolaan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; (8)Melaksanakan pengelolaan Standar  Sarana dan Prasarana;  (9)Melaksanakan pengelolaan Standar Pengelolaan; (10)Melaksanakan pengelolaan Standar Pembiayaan; (11)Melaksanakan Pengawasan dan  Evaluasi; (12)Melaksanakan kepemimpinan sekolah; (13)Mengelola Sistem Informasi Manajaemen  Sekolah  . 

Disamping sebagai manajer sekolah, kepala sekolah  bertugas sebagai Supervior kepada pendidik dan tenaga kependidikan antara lain; (1)Merencanakan program supervisi pendidik dan tenaga kependidikan; (2) Melaksanakan supervisi pendidik; (3) Melaksanakan supervisi terhadap tenaga kependidikan; (4) Melaksanakan evaluasi supervisi pendidik dan tenaga kependidikan, artinya, kepala sekolah sebagai supervisor mempunyai kemampuan ;  1) Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik perkembangan proses pembelajaran; 2) Membimbing pendidik dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran  berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip perkembangan; 3) Membimbing pendidik dalam memilih  dan mengembangkan strategi/metode/teknik/ pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik melalui pembelajaran; 4) Membimbing pendidik dalam  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran; 5) Membimbing pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan atau di lapangan); 6)  Membimbing pendidik dalam mengelola, merawat, mengembangkan  dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran; 7)  Memotivasi pendidik untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Tugas kepala sekolah sebagai Pengembang kewirausahaan. Antara lain ; a. Merencanakan program pengembangan kewirausahaan; b. Melaksanakan program pengembangan kewirausahaan: c. Laporan Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan; d. Laporan Evaluasi Program Pengembangan Kewirausahaan. e. Melaksanakan Evaluasi Program Pengembangan Kewirausahaan, meliputi ;1) Program Pengembangan Jiwa Kewirausahaan (inovasi, kerja keras, pantang menyerah, dan motivasi untuk sukses); 2) Melaksanakan program pengembangan jiwa kewirausahaan; 3) Melaksanakan pengembangan program unit produksi; dan 4) Melaksanakan program pemagangan.

Untuk meaksanakan tugas  tersebut kepala sekolah harus berusaha menanamkan  dan meningkatkan kemajuan sekolah dengan  pembinaan mental, moral, fisik dan artistik. Kewajiban utama kepala sekolah menurut Roe dan Drake(Mulyasa. 2009), yaitu:

a.         Memelihara secara baik rekor sekolah bagi semua bidang.

b.        Mempersiapkan laporan bagi kantor pusat dan lembaga lain.

c.         Pengembangan anggaran dan pengawasannya.

d.        Administrasi personil.

e.         Disiplin.

f.          Menyusun jadwal dan memelihara pelaksanaan kegiatan.

g.        Mengembangkan administrasi.

h.        Administrasi penyedia sumberdaya.

i.          Data murid.

j.          Memantau program dan proses pengajaran

k.        Komunikasi kepada pelajar, staf dan warga sekolah.

 

E.     Gaya Kepemimpinan

Menurut Purwanto (2008) mengatakan gaya kepemimpinan di bagi menjadi 3( tiga ) yaitu sebagai berikut :

a.         Kepemimpian yang otokratik. Dalam kepemimpinan yang otokratik, pemimpin bertindak sebagai ditator terhadap anggota–anggota kelompoknya. Baginya, memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Kekuasaan pemimpin yang otokratik hanya dibatasi oleh undang–undang penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah, kewajiban bawahan atau anggota-anggotanya hanyalah mengikuti dan menjalankan tidak boleh membantah ataupun memberikan saran.

b.        Kepemimpinan yang laissez faire Dalam gaya kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan pimpinan. Gaya ini diartikan sebagai membiarkan orang–orang berbuat sekehendaknya. Pemimpin yang termasuk gaya ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggota–anggotanya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan kepada anggota–anggota kelompoknya, tanpa petunjuk atau saran–saran dari pimpinan. Kekuasaan dan tanggung jawab simpang siur berserakan diantara anggota – anggota kelompok, tidak merata.

c.         Kepemimpinan Yang Demokratis, pemimpin yang memiliki gaya demokratis menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai diktator, melainkan sebagai pemimpin di tengah–tengah anggota kelompoknya. Hubungan dengan anggota–anggota kelompok bukan sebagai majikan terhadap buruhnya, melainkan sebagai saudara tua di antara teman–teman sekerjanya, atau sebagai kakak terhadap saudara – saudaranya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggota – anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha–usahanya, ia selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.

 

F.     Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah

Menurut Fattah dan Ali, strategi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasaran melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. Jadi strategi merupakan kerangka dasar tempat suatu organisasi melanjutkan kehidupannya dengan penyesuaian penyesuaian dengan lingkungannya. Menurut Yusuf Hadijaya (2013), Strategi peningkatan kinerja kepala sekolah/madrash menciptakan sekolah yang memiliki profil yang terbangun atas kepaduan dari kemandirian, inovasi, dan iklim yang kondusif bagi warganya untuk mengembangkan motivasi, kreativitas, dan sikap kritis. Sekolah yang unggulan tersebut memiliki kerangka akuntabilitas yang kuat kepada siswa dan masyarakatnya melalui layanan pendidikannya yang bermutu, dan bukan semata-mata akuntabilitas pemerintah/ yayasan melalui kepatuhannya dalam menjalankan petunjuk.

Beberapa strategi yang bisa digunakan seorang pimpinan yang baik senantiasa mencari cara yang terbaik dalam mempengaruhi anggota organisasinya. Bagaimana pun, suatu perspektif berbeda muncul bila pendekatan yang lain dipandang sebagai strategi pelengkap dari pada sekedar pertarungan paradigma. Saat kini, kepala sekolah dapat memiliki dan sekurangnya tiga strategi, yaitu:

1.        Penggunaan Strategi Hirarki

Strategi hirarki memberikan cara pandang luas, cara penerimaan luas dalam mengelola organisasi, menyampaikan janji dan efisiensi, pengawasan dan rutinitas yang direncanakan. Bagaimanapun, strategi hirarki cenderung untuk menghambat kreativitas dan komitmen, mengembalikan hubungan pegawai sekolah, ke dalam suatu keteraturan yang ketat. Peranan guru dalam konteks ini sangat rumit tuntutan pengajaran, konseling dan supervisi pelajar yang merupakan variabel utama dalam kebutuhan mereka dan aktivitasnya.

2.        Penggunaan Pendekatan Transformasional.

Strategi transformasional berjalan atas persuasi, idealisme dan kekaguman intelektual, memotivasi pegawai dengan melalui nilai, simbol, dan membagi visi.Strategi transformasional memiliki kapasitas untuk memotivasi dan memberikan informasi kepada anggota, khususnya bila organisasi menghadapi dan melakukan perubahan utama.

 

3.        Penggunaan Strategi Fasilitalif Kepemimpinan

Fasilitalif sebagai suatu perilaku yang menggunakan kemampuan kebersamaan dari sekolah untuk beradaptasi, memecahkan masalah dan peningkatan kinerja.Seperti halnya kepemimpinan transformasional, strategi fasilitalif mengundang pengikut/anggota untuk berusaha secara tekun dan energy fisik dalam bekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.      SIMPULAN

1.         Kepemimpinan adalah keterampilan untuk mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan

2.         Kepemimpinan kepala sekolah adalah  usaha dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa, dan orang tua siswa, demi tercapainya tujuan sekolah

3.         Tugas dan tanggung jawab  Kepala Sekolah sebagai managerial,  supervisor dan kewirausahaan.

4.         Fungsi kepemimpinan yaitu mengetahui misi organisasi, memahami apa yang harus dikerjakannya, memiliki kapasitas untuk merealisir tujuan organisasi secara menyeluruh, dan yang terpenting memiliki visi, mempersiapkan dan menyediakan diri untuk mencapai tujuan organisasi.

5.         Ada 3 gaya kepemipinan yaitu ; kepemimpian yang otokratik, kepemimpinan yang laissez faire, kepemimpinan yang demokratis.

6.         Strategi kepemimpanan; penggunaan strategi hirarki penggunaan pendekatan transformasional dan penggunaan strategi fasilitalif kepemimpinan

 

B.       SARAN

1.         Kepala sekolah sebagai top manager dalam menjalankan tugas dan tanggunjawabnya, harus dapat mampu mempengaruhi, mendorong, membimbing, serta menggerakkan guru, staf, siswa,dan orang tua siswa, demi tercapainya tujuan sekolah yang efektif dan efisien

2.         Kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya dapat menggunakan dan menerapkan fungsi,  gaya dan strategi kepemimpinan yang sesuai dan kondisi  dan situasi dilapangan.

 

 

DAFTAR PUSAKA

 

Syafaruddin dan Asrul. 2015. Kepemimpinan Pendidikan Kontemporer.

Wahjosumidjo. 2010. Kepemimpinan Kepala Sekolah “ Tinjauan Teoritik dan

Permasalahannya “. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syaiful, Sagala. 2007. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.Bandung: Alfabeta.

E, Mulyasa. 2009. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Purwanto, Ngalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:PT

Remaja Rosdakarya.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta

Yusuf Hadijaya. 2013. Menyusun Strategis Berbuah Kinerja Pendidik Efektif.

Medan: Perdana Publishing.


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar